Minggu, 31 Januari 2016

INDOBARIAN INDONESIA



INDO BARIAN = STREET WORKOUT
Pada dasarnya street workout adalah salah satu jenis olahraga yang dilakukan secara outdoor dengan menggunakan alat - alat bantu olahraga yg sangat sederhana seperti bar yang tersedia ditaman - taman kota. nah INDO BARIAN adalah salah komunitas STREET WORKOUT yang ada di Indonesia, dengan jumlah anggota komunitas yang banyak, maka ada opini yang berkembang kalau STREET WORKOUT itu ya INDO BARIAN

Model latihannya bagaimana?
Berbeda dengan program pelatihan yang terdapat di tempat fitnes atau gym, Latihan yang dilakukan dikomunitas ini bersifat gerakan - gerakan calisthenics seperti pull up, push up, dips, muscle up dan gerakan olahraga dasar yang lainnya yang sudah menjadi gerakan dasar street workout
Sedangkan di INDO BARIAN sendiri ada beberapa tingkatan dimulai dari THE NOOB,WHITE CLAN, BLUE CLAN hingga PURPLECLAN. yang mana setiap anggota yang berhasil menempuh requipment gerakan - gerakan yang sudah ditentukan waktu dan jumlah repetisinya berhak menyandang gelar tersebut, sekedar untuk menambah prestige dan semangat untuk latihan

Bagaimana cara bergabung dengan komunitas INDO BARIAN?

Untuk bergabung dan latihan bersama kalian yang berdomisili wilayah jakarta bisa langsung datang ke  Gelora Bung Karno Pintu VI setiap hari SELASA dan KAMIS jam 19.00 dan tidak dipungut biaya sama sekali kecuali retribusi untuk parkir kendaraan yang kalian gunakan, sedangkan untuk yang jauh dari wilayah jakarta bisa langsung mencari informasinya di sosial media INDO BARIAN di facebook, twitter, kaskus atau nanti saya akan posting beberapa latihan INDO BARIAN  pada postingan selanjutnya.

Sumber:
http://www.indobarian.org/

Diet Alkaline

Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, ada berbagai jenis diet yang dapat dilakukan. Mungkin kita sudah mengenal Dukan diet dan diet berdasarkan golongan darah. Namun, ada satu lagi metode diet yang mulai terkenal, yaitu alkaline diet.

Alkaline diet atau diet alkalin adalah pengaturan pola makan untuk menyeimbangkan pH dalam tubuh. Program yang juga dikenal dengan nama 'pH Diet' atau 'Acid-Alkaline Diet' ini dipraktikkan oleh beberapa selebriti seperti Kirsten Dunst, Anna Faris, dan Gwyneth Paltrow.

Dasar teori dari alkaline diet adalah tubuh menjadi sasaran empuk penyakit jika bersifat asam. Oleh karena itu, kita membutuhkan makanan alkaline (bersifat basa) yang dapat mempertahankan keseimbangan pH dalam darah.

Sifat 'asam' diperoleh jika pH kurang dari 7, sedangkan 'basa' berarti mengandung pH lebih dari 7. “Kadar pH ideal bagi tubuh adalah 7.35-7.45, yakni sedikit alkaline,” ujar ahli gizi Dr. Zainab Sayed kepada Times of India.

Cara kerja program diet ini adalah menyeimbangkan pH hingga tingkat optimal, lalu membangun sel dan jaringan tubuh, sehingga badan menjadi sehat. Dengan diet ini, berarti juga telah melakukan detoksifikasi (pembuangan racun dari dalam tubuh), sehingga sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Alkaline diet memiliki beberapa manfaat, di antaranya meningkatkan energi, memperbaiki pencernaan, menurunkan berat badan, serta mengurangi nyeri. Tak hanya itu, tekanan darah tinggi dan kadar gula dalam darah juga dapat diatasi dengan metode ini.

Dengan alkaline diet, Anda akan memperoleh kekebalan tubuh yang lebih baik. Proses penuaan pun dapat diperlambat. Apalagi, mengonsumsi makanan bersifat basa dipercaya dapat membuat gigi dan gusi menjadi lebih sehat. Namun, semua manfaat tersebut belum dibuktikan secara ilmiah.

Bagaimanapun juga, jangan berlebihan melakukan diet ini. Makanan bersifat asam tetap diperlukan, misalnya lemak dan minyak tertentu yang mengandung asam lemak esensial. Karena dapat menjaga kekebalan dan menyehatkan sel tubuh. Dr. Zainab menyarankan komposisi 80:20 untuk makanan bersifat basa banding makanan bersifat asam.

Apa saja makanan yang bersifat asam, dan mana saja yang bersifat basa? Sebenarnya terdapat salah kaprah di masyarakat awam. Selama ini, makanan yang terasa asam dianggap dapat membentuk efek asam pula dalam tubuh. “Padahal yang dimaksud adalah pengaruh makanan setelah tertelan (bukan di lidah, red.),” ujar ahli gizi klinis, Dr. Nupur Krishnan.

Makanan 'asam' menambahkan ion hidrogen ke dalam tubuh, sehingga tubuh semakin bersifat asam. Sebaliknya, makanan alkaline justru menghilangkan ion hidrogen sehingga dapat mengurangi kadar asam dalam tubuh.


Inilah daftar makanan asam dan basa:

Asam:
Jagung, lentil, zaitun, kentang, lemak hewan, minyak nabati, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad botolan, pemanis buatan, dan cuka masak.

Basa:
Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk Bali, anggur, lemon, jeruk nipis, muskmelon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak flax seed, cuka apel, molasses, rempah, sirup maple dan madu organik.

Sumber:

http://food.detik.com/read/2012/02/23/091314/1849596/900/ini-dia-diet-baru-turunkan-berat-badan-alkaline-diet

INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE TECHNOLOGY ENVIRONMENT ABOUT MINING AND INDUSTRY (JOURNAL 2)




Pemulihan pemandangan alam fitur berikut tambang terbuka operasi pertambangan telah menjadi topik penelitian yang cukup dan investigasi praktis untuk beberapa dekade. Dengan tujuan mengembalikan permukaan tanah secara besar-besaran terganggu dengan sistem terestrial yang stabil yang berkelanjutan dari kedua ekologis dan hidrologi sudut pandang , proyek-proyek rekonstruksi berbagai skala lapangan telah dilakukan . Ini telah terutama difokuskan pada situs ekstraksi mineral industri dan berat pertambangan logam. Selama tiga dekade terakhir , yang terbesar kegiatan penambangan terbuka di seluruh dunia telah dikaitkan dengan ekstraksi bijih pasir minyak.

Salah satu pusat utama dari pasir minyak pertambangan telah di deposito Athabasca Oil Sands utara dari Fort McMurray di Alberta. Sebagai bagian dari proses ekstraksi, bahan overburden bersama dengan vegetasi terestrial dan hidrologi surficial fitur yang berbaring di atas pasir minyak di ratusan kilometer persegi tanah permukaan telah menanggalkan dan ditimbun atau digunakan sebagai bahan konstruksi. Bahkan, kegiatan ekstraksi minyak ada diharapkan mencakup area seluas 1400 km2 * oleh 2023. Skala operasi penambangan terbuka adalah belum pernah terjadi sebelumnya dan signifikan Tekanan sekarang pada perusahaan pertambangan pasir minyak untuk mengembangkan rencana untuk restorasi bentang alam yang akan sesuai untuk kondisi iklim Alberta Utara. Dalam iklim yang relatif kering dari Barat Boreal Plain, dan terutama dalam minyak daerah pengembangan pasir dekat Fort McMurray, lahan gambut, terutama Fen, terdiri 65% dari lanskap. Persyaratan peraturan menentukan reklamasi ke lanskap dari 'kemampuan setara'. Peraturan tersebut memberikan beberapa pilihan untuk lanskap pasca-tambang. Salah satu contoh adalah pengembangan danau akhir-lubang yang akan mengakibatkan pembangunan fitur lanskap yang saat ini tidak asli ke Barat Boreal Plain. Alternatif lain adalah dengan membangun kembali daerah lahan gambut di daerah reklamasi. Ini belum pernah dicoba karena konvensional kebijaksanaan menyatakan bahwa lahan gambut mengambil ribuan tahun untuk mengembangkan. Namun, jika bahan gambut diakuisisi oleh permukaan pengupasan yang emplaced dalam hidrogeologi pengaturan yang menopang kondisi basah diperlukan, ditambah dengan lahan gambut teknik restorasi untuk membangun sebuah komunitas tanaman, penciptaan lahan gambut fen Sistem dimungkinkan. Meskipun Fen rusak telah dipulihkan, ada tidak ada menerbitkan laporan penciptaan fen. Masalah mendasar adalah untuk merancang sistem air tanah yang dapat mendukung arus masuk diperlukan untuk mempertahankan hidrologi dan proses ekologi dan fungsi dari lahan gambut fen. Penelitian ini mempertimbangkan kemungkinan rekayasa lanskap untuk memberikan syarat hidrologi kondisi untuk fen lahan gambut, berdasarkan gabungan konseptual dan matematika Model proses aliran air tanah yang terkait

INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE TECHNOLOGY ENVIRONMENT ABOUT MINING AND INDUSTRY (JOURNAL 1)



Pasir merupakan mineral penting bagi masyarakat kita dalam melindungi lingkungan ,
penyangga terhadap gelombang pasang yang kuat dan badai , habitat bagi spesies Crustacea dan
organisme laut , digunakan untuk membuat beton , mengisi jalan , membangun situs , bata ,
membuat kaca , sandpapers , reklamasi , dan di industri pariwisata kami di
wisata pantai . Penambangan pasir adalah proses penghapusan pasir dan kerikil di mana
praktek ini menjadi masalah lingkungan sebagai permintaan pasir meningkat
dalam industri dan konstruksi . Di wilayah bantalan hampir setiap mineral , pertambangan tanah dan
degradasi lahan telah terhubung secara tak terpisahkan . Pertambangan ilmiah telah menyebabkan
degradasi lahan , disertai dengan penurunan dan kebakaran tambang konsekuensial dan
gangguan tabel air yang mengarah ke gangguan topografi , berat ekologi
ketidakseimbangan dan kerusakan lahan pola penggunaan di dalam dan sekitar daerah pertambangan .

Pertambangan merupakan penyumbang utama (2'nd) terhadap PDB nasional (4%) menduduki
36 lakh HEC. (0,11%) dari total luas lahan (329 m ha) dan menyediakan lapangan kerja
generasi (4%) untuk 1,1 juta orang dari negara. Di hampir setiap mineral
wilayah bantalan, pertambangan tanah dan degradasi lahan telah terhubung secara tak terpisahkan.
India mengakui bahwa pertambangan, kecuali diatur dengan baik, dapat memiliki merugikan
konsekuensi lingkungan dan sosial. Pertambangan pada dasarnya adalah destruktif
kegiatan pembangunan di mana ekologi menderita di altar ekonomi. Pertambangan ilmiah
operasi disertai dengan restorasi ekologi dan regenerasi ditambang
terlantar dan bijaksana penggunaan sumber daya geologi, dengan mencari ramah lingkungan
pengganti dan alternatif harus memberikan wahyu sensasional dengan dampak
pertambangan pada ekosistem manusia (Surender Singh Chauhan, 2010).
Sayangnya di sebagian besar wilayah di bumi, sumber daya bawah tanah geologi
(mineral) yang dilapiskan tanah sumber daya hayati di atas (hutan). ini adalah
terutama lebih menonjol di India. Oleh karena itu operasi penambangan harus melibatkan
deforestasi, perusakan habitat dan erosi keanekaragaman hayati. Ekstraksi dan
pengolahan bijih dan mineral juga menyebabkan pencemaran lingkungan yang meluas.
Namun, manusia juga tidak mampu untuk menyerah geologi bawah tanah
sumber yang merupakan bahan baku dasar untuk pembangunan. Fisikokimia
parameter dan konsentrasi logam berat Pb2 +, Zn2 +, Ni2 +, Co2 +, As3 +, Cu2 +,
Fe2 +, Mn2 + dan Sn2 + dianalisis di daerah tanah ditambang dan menemukan bahwa sebagian besar
parameter dan logam konsentrasi melebihi batas yang diperbolehkan dan menyimpulkan bahwa

tangkapan bekas tambang memiliki potensi pencemaran yang tinggi akibat aktivitas pertambangan.

TUGAS PENGANTAR LINGKUNGAN 6 (TUGAS KELOMPOK_IPTEK&LINGKUNGAN)



Iptek adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Definisi ilmu pengetahuan kurang lebih  adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan ilmiah tertentu, baik kualitatif, kuantitatif maupun eksploratif untuk menerangkan pembuktian gejala alam dan atau kemasyarakatan tertentu. Teknologi lebih merupakan cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia.

A.    Pengertian Iptek
    
       Iptek adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Definisi ilmu pengetahuan kurang lebih  adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan ilmiah tertentu, baik kualitatif, kuantitatif maupun eksploratif untuk menerangkan pembuktian gejala alam dan atau kemasyarakatan tertentu. Teknologi lebih merupakan cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia.

B. Jenis dan Peranan IPTEK dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

1. Pengertian Lingkungan Hidup
   Sebelum kita mengetahui pemanfaatan iptek dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, maka harus diketahui terlebih dahulu arti dari lingkungan hidup. Ada beberapa definisi yang berkaitan erat dengan lingkungan hidup, yaitu :
1) Daerah dimana sesuatu makhluk hidup berada.
2)  Keadaan atau kondisi yang melingkupi suatu makhluk hidup.
3) Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu makhluk hidup atau sekumpulan makhluk hidup, terutama :
a. Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar makhluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan makhluk hidup untuk bertahan hidup.
b. Gabungan dari kondisi sosial dan budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu makhluk hidup atau suatu perkumpulan/komunitas makhluk hidup.
      Namun dari berbagai definisi yang disebutkan diatas definisi lingkungan , lingkungan hidup dan lingkungan hidup manusia acapkali digunakan silih berganti dalam pengertian yang sama. Sehingga diambil kesimpulan bahwa arti dari lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

2. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan hidup memiliki definisi yaitu upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kegiatan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Penjelasan lingkungan hidup secara rinci dan detail yaitu yang meletakkan dasar dan prinsipnya secara global, menjelaskannya dalam pengarahan pada hal-hal tertentu dan berbagai penjelasan yang lebih rinci.

3. Dampak Industri dan Teknologi terhadap Lingkungan.
    Mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. Dalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia “survival” yaitu oleh karena teknologi. Teknologi memberikan kemajuan dalam bidang industri baja, industri kapal laut, kereta api, industri mobil, yang memperkaya peradaban manusia. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas – gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek “rumah kaca”.
Teknologi yang diandalkan sebagai instrumen utama dalam “revolusi hijau” mampu meningkatkan hasil pertanian, karena adanya bibit unggul, berbagai jenis pupuk yang bersifat suplemen, pestisida dan insektisida. Dibalik itu, teknologi yang sama juga menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, bahkan akibat rutinnya digunakan berbagai jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat daya tahan hama tanaman misalnya wereng atau kutu loncat. Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran, alat-alat pendingin ( lemari es dan AC ), berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan, atau obat anti nyamuk yang praktis untuk disemprotkan, dan sebagainya. Serangkai dengan proses tersebut, ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetrafluoroenthy polymer yang digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan ozone di stratosfer.

4.   Menyikapi Pencemaran Lingkungan
   Konferensi PBB tentang lingkungan hidup di Stockholm pada tahun 1972, telah menetapkan tanggal 5 Juni setiap tahunnya untuk diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kesepakatan ini berlangsung didorong oleh kerisauan akibat tingkat kerusakan lingkungan yang sudah sangat memprihatinkan. Di Indonesia perhatian tentang lingkungan hidup telah dilakukan sejak tahun 1960-an. Tonggak pertama sejarah tentang permasalahan lingkungan hidup dipancangkan melalui seminar tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran pada tanggal 15-18 Mei 1972. Hasil yang dapat diperoleh dari pertemuan itu yaitu terkonsepnya pengertian umum permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. Dalam hal ini, perhatian terhadap perubahan iklim, kejadian geologi yang bersifat mengancam kepunahan makhluk hidup dapat digunakan sebagai petunjuk munculnya permasalahan lingkungan hidup.
   Pada saat itu, pencemaran oleh industri dan limbah rumah tangga belumlah dipermasalahkan dengan khusus kecuali di kota-kota besar. Saat ini masalah lingkungan hidup tidak hanya berhubungan dengan gejala-gejala perubahan alam yang sifatnya evolusioner, tetapi juga menyangkut pencemaran yang ditimbulkan oleh limbah industri dan keluarga yang menghasilkan berbagai rupa barang dan jasa sebagai pendorong kemajuan pembangunan diberbagai bidang. Pada Pelita V, berbagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan hidup dilakukan dengan memperkuat sanksi dan memperluas jangkauan peraturan-peraturan tentang pencemaran lingkungan hidup, dengan lahirnya Keppres 77/1994 tentang Organisasi Bapedal sebagai acuan bagi pembentukan Bapeda/Wilayah di tingkat Provinsi, yang juga bermanfaat bagi arah pembentukan Bapeda/Daerah. Peraturan ini dikeluarkan untuk memperkuat UU No.4 tahun 1982 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dianggap perlu untuk diperbaharui. Berdasarkan Strategi Penanganan Limbah tahun 1993/1994, yang ditetapkan oleh pemerintah, maka proses pengolahan akhir buangan sudah harus diimulai pada tahap pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengolahan akhir limbah buangan. Langkah yang ditempuh untuk mendukung kebijaksanaan ini, ditempuh dengan pembangunan Pusat Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun ( PPLI-B3 ), di Cileungsi Jawa Barat, yang pertama di Indonesia. Pendirian unit pengelolaan limbah ini juga diperkuat oleh Peraturan Pemerintah No.19 tahun 1994 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

    Disamping itu, untuk mengembangkan tanggung jawab bersama dalam menaggulangi masalah pencemaran sungai terutama dalam upaya peningkatan kualitas air, dilaksanakan Program Kali Bersih (PROKASIH), yang memprioritaskan penanganan lingkungan pada 33 sungai di 13 Provinsi. Upaya pengendalian pencemaran lingunga hidup ini, ternyata juga menghasilkan lapangan kerja dan kesempatan berusaha baru di berbagai kota dan sektor pembangunan. Sekarang dapat terlihat jelas bagi kita bahwa dalam menyikapi terjadinya pencemaran lingkungan baik akibat teknologi, perubahan lingkungan, industri dan upaya – upaya yang dilakukan dala m pembangunan ekonomi, diperlukan tekad dan itikad yang luhur dalam tindakan dan prilaku setiap orang peduli akan kelestarian lingkungan hidupnya. Walaupun telah ditetapkan UU No.4 tahun 1982, PP No.19 tahun 1994 dan Keppres No.7 tahun 1994 yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup, jika tidak ada kesamaan persepsi dan kesadaran dalam pengelolaan lingkungan hidup maka berbagai upaya pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat tidak akan dapat dinikmati secara tenang dan aman, karena kekhawatiran akan bencana dari dampak negatif pencemaran lingkungan.

C. Perkembangan Iptek di Indonesia

Di zaman yang canggih ini penggunaan teknologi sudah meluas sehingga kehadiran teknologi tentunya dapat membantu manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Kemajuan teknologi mengakibatkan banyak pekerjaan yang bisa dilakukan tidak  terbatas oleh ruang dan waktu, akses informasi menjadi cepat, dan lebih efektif. Keefektifan yang dirasakan dari adanya teknologi dapat berpengaruh pada beberapa bidang.Para pengguna informasi merasa sangat dimudahkan dengan berkembanganya IT. Bagi beberapa instansi yang sudah menerapkan sistem online akan memudahkan akses dalam hal pekerjaan. Maka dari itu IT menjadi sangat penting. Melihat kecanggihan dan manfaat dari adanya IT, maka sejauhmana Indonesia dapat memanfaatkan IT tersebut untuk mencapai produktivitas dan perbandingannya dengan negara lain. Berikut ini beberapa hal yang akan dijadikan perbandingan mengenai penggunaan IT di Indonesia dengan beberapa negara lain mengenai  indeks kesiapan berjejaring dan Undang –Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Indeks Kesiapan Berjejaring
Melihat hampir semua negara sudah menggunaan IT secara luas dan merasakan kebermanfaatan dari adanya IT. Namun, tidak semua negara merasakan manfaat yang sama besarnya, ada faktor – faktor lain yang juga berpengaruh. Maka dari itu, World Economic Forum (WEF) dan INSEAD meneliti perkembangan IT, penggunaannya dan dampaknya di seluruh dunia, dan menuangkan hasilnya dalam suatu indeks yang terukur sehingga dapat diperbandingkan antara satu negara dengan negara lain. WEF dan INSEAD memuat urutan negara-negara di dunia menurut Indeks Kesiapan Berjejaring (Networked Readiness Index).Indeks Kesiapan Berjejaring (IKB) mengukur tingkat kemajuan negara-negara atas dasar kecanggihan teknologi informasi dan komunikasinya. IKB dibangun dari 4 unsur atau sub indeks yaitu lingkungan (environment), kesiapan (readiness), penggunaan (usage), dan dampak (impact).
Pada tingkat global, negara yang menjadi juara dalam penggunaan kecanggihan teknologi dan informasi menurut WFF adalah Swedia, disusul oleh Singapura, sedangkan Indonesia berada pada posisi 80 dari 142 negara yang di survei.
Di tingkat Asia Tenggara, Singapura disusul oleh Malaysia memiliki tingkat tertinggi kemajuan teknologi dan informasi.Kemudian Brunei Darussalam, Thailand, baru Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara yang berada di tingkat atas berdasarkan IKB secara global Singapura (ke-2), Malaysia (ke-29), Brunei Darussalam (ke-54), Indonesia terpaut angka yang cukup  jauh dibawah negara tersebut. Artinya Indonesia masih sulit untuk bisa menyetarakan kemajuan IT dengan negara – negara tersebut yang menunjukkan masih rendahnya kemajuan IT di Indonesia.Jika dibandingkan dengan negara yang berada di tingkatan bawahnya Vietnam (ke-83), Filipina (ke-86), maka posisi dengan Indonesia terpaut angka yang rendah hanya selisih 3-6.Menunjukkan bahwa Indonesia masih mudah untuk dilampaui oleh kedua negara tersebut.
Grafik 1.  Indeks Kesiapan Indeks Berjejaring ASEAN, China dan India Menurut Sub Indeks 2012 menunjukkan peringkat kemajuan teknolgi informasi di ASEAN, China dan India dari hasil survei yang dilakukan WFF melalui indikator IKB.





Dari keempat sub indeks sebagai penentu kemajuan teknologi informasi suatu negara, dapat disimpulkan bahwa keberadaan teknologi informasi di Indonesia belum menunjukkan lebih baik. Penggunaan teknologi informasi masih bersifat berat sebelah atau belum merata sehingga dampak dari penggunaan teknologi masih rendah.Pemanfaatan teknologi informasi relatif kecil dalam dampaknya terhadap perekonomian.Hal ini disebabkan karena penggunaan teknologi informasi tidak seimbang jika dilihat dari penggunanya, pengguna perorangan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pengguna bisnis.Selain itu, infrastruktur yang dimiliki masih belum maksimal untuk menggunakan teknologi informasi.Sehingga dampak dari penggunaan teknologi baru dirasakan oleh sebagian orang dan belum merata.
 Penggunaan IT di Indonesia dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand sudah menyebar luas hanya kebermanfaatan dari IT itulah yang dirasakan berbeda di setiap negara. Kemajuan IT menurut WFF dengan indikator  4 sub indeks menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak terlalu baik yaitu pada posis ke-80 dari 142 negara yang disurvei. Keadaan penggunaan IT di Indonesia kurang stabil jika dibandingkan dengan Singapura.Mengingat pengguna IT di Indonesia masih belum merata dan penggunaan untuk e-commerce belum menunjukkan peningkatan sehingga dampak terhadap perekonomian relatif lebih kecil.Berbeda dengan Singapura yang penggunaan IT relatif stabil sehingga Singapura dapat dikatakan negara yang tingkat kemajuan IT paling baik di Asia Tenggara dan posisi ke-2 secara global.Kebermanfaatan penggunaan IT di Singapura sangat bisa dirasakan, hal ini dapat dilihat dari dampak perekonomian yang relatif besar begitupun dengan dampak sosial.Singapura menggunakan teknologi informasi untuk e-commerce yang menjadikan bisnis di Singapura menjadi lebih maju sehingga dampak terhadap perekonomian tinggi. 

Perbandingan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Negara Indonesia dan Singapura
Setiap negara mempunyai undang – undang atau peraturan khusus mengenai IT guna melindungi pengguna IT serta menghindari dari tindakan – tindakan penyalahgunaan.Berikut adalah perbandingan UU IT di Indonesia dan Singapura.

Indonesia
Kasus cyber crime di Indonesia adalah nomor satu di dunia.Hal ini terjadi karena kurangnya ketegasan pemerintah dalam hal IT serta kurangnya kontrol terhadap penggunaan IT.Maka dari itu, perlu adanya suatu peraturan mengenai IT.Sehingga pada tahun 2008 dibentuklah Undang – Undang yang mengatur mengenai Informasi Teknologi Elektronik.Di Indonesia banyak sekali terjadi pelanggaran bahkan penyalahgunaan IT seperti kasus pembobolan ATM, judi online, dan sebagainya.Tujuan dibuat UU Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu untuk pengawasan terhadap IT sehingga adanya ketegasan hukum mengenai perlindungan di dunia maya.
Singapura
Singapura memiliki cyberlaw The Electronic Act (Akta Elektronik) 1998, Electronic Communication Privacy Act(Akta Privasi Komunikasi Elektronik) 1996.
The Electronic Transactions Act telah ada sejak 10 Juli 1998 untuk menciptakan kerangka yang sah tentang undang-undang untuk transaksi perdagangan elektronik di Singapura yang memungkinkan bagi Menteri Komunikasi Informasi dan Kesenian untuk membuat peraturan mengenai perizinan dan peraturan otoritas sertifikasi di Singapura. Undang – Undang ini  bertujuan untuk memudahkan perdagangan elektornik dan menjaga dokumen elektronik.
Isi The Electronic Transactions Act mencakup :
1.      Kontrak elektornik : di dasarkan pada hukum dagang online untuk memastikan bahwa kontrak elektronik memiliki kepastian hukum
2.      Kewajiban Penyedia Jasa Jaringan: mengatur mengenai potensi / kesempatan yang dimiliki oleh network service provider untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyalahguaan informasi pihak ketiga pengguna jasa jaringan tersebut.
3.      Tanda tangan dan arsip elektronik : hukum memerlukan arsip / bukti arsip elektronik untuk menangani kasus elektronik, maka dari itu tanda tangan dan arsip elektronik harus sah menurut hukum.
Ada satu hal yang menarik dari perbandingan Undang – Undang mengenai IT di Indonesia dan Singapura. Masalah spamming dan penyebaran spam belum diatur secara tegas dalam UU ITE di Indonesia sedangkan hal ini sudah ditetapkan dalam UU ITE di Singapura. Pada intinya pembuatan UU IT ditujukan untuk menjamin kepastian hukum dan adanya kepastian hukum dalam penggunaan arsip elektronik.Namun, latar belakang pembuatan UU IT di Indonesia dan Singapura berbeda.Di Indonesia pembuatan UU IT selain untuk menjamin kepastian hukum dalam penggunaan arsip elektronik, juga dilatar belakangi karena maraknya kasus cyber crime yang menunjukkan kurangnya ketegasan hukum dan lemahnya kontrol terhadap penggunaan IT.Adapun kepastian hukum untuk tanda tangan elektronik.UU ini dibuat karena banyak terjadi penyalahgunaan penggunaan IT bahkan kasus kejahatan sekalipun. Lain Indonesia lain pula Singapura, UU ITE Singapura selain untuk kepastian hukum juga untuk keperluan akan perdagangan elektronik. Berdasarkan pembentukan UU tersebut untuk keperluan perdagangan elektronik salah satunya, akan membantu perekonomian negara. Maka dari itu, dampak perekonomian akibat penggunaan IT di Singapura menjadi relatif lebih tinggi.UU IT ini untuk keperluan transaksi perdagangan elektronik.UU ini memungkinkan untuk membuat peraturan mengenai perizinan dan peraturan otoritas sertifikasi Singapura.Dibutuhkannya UU ini di Singapura untuk jaminan kepastian hukum khususnya untuk memudahkan perdagangan elektronik sehingga dapat membantu dalam perekonomian negara.Ini sangat berbeda sekali dengan Indonesia yang dibuatkannya UU ini untuk ketegasan dalam penggunaan IT sehingga meminimalisir penyalahgunaan penggunaan IT.Namun perbedaan tersebut dimaklumi adanya karena perbedaan kebutuhan setiap negara berbeda termasuk Indonesia dan Singapura yang memiliki perbedaan dalam pembuatan UU IT tersebut.Selain itu, kegunaan arsip elektronik yang dirasa perlu bagi kedua negara tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembentukan UU ITE.Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara.Kemajuan IT memiliki manfaat yang besar untuk suatu negara sehingga dampak terhadap perekonomian pun dapat dirsasakan.Kemajuan IT yang baik menunjukkan tingkat perekonomian suatu negara pun baik.

Jumat, 27 November 2015

Kemiskinan dan Keterbelakangan

Kemiskinan dan Keterbelakangan
Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi negara berkembang, bahkan
negara-negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar negara
berkembang. Persoalannya sama namun dimensinya berbeda. Persoalan kemiskinan di
negara maju merupakan bagian terkecil dalam komponen masyarakat mereka tetapi bagi
negara berkembang persoalan menjadi lebih kompleks karena jumlah penduduk miskin
hampir mencapai setengah dari jumlah penduduk.
Kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan yang bersifat multidimensi.
Kemiskinan ditandai oleh keterbelakangan dan pengangguran yang selanjutnya meningkat
menjadi pemicu ketimpangan pendapatan dan kesenjangan antar golongan penduduk.
Kesenjangan dan pelebaran jurang kaya miskin tidak mungkin untuk terus dibiarkan
karena akan menimbulkan berbagai persoalan baik persoalan sosial maupun politik di
masa yang akan datang.
Ada dua macam ukuran kemiskinan yang umum dan dikenal antara lain :
1. Kemiskinan Absolut
Konsep kemiskinan pada umumnya selalu dikaitkan dengan pendapatan dan
kebutuhan, kebutuhan tersebut hanya terbatas pada kebutuhan pokok atau
kebutuhan dasar ( basic need ).
Kemiskinan dapat digolongkan dua bagian yaitu :
a. Kemiskinan untuk memenuhi bebutuhan dasar.
b. Kemiskinan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.
2. Kemiskinan Relatif
Menurut Kincaid ( 1975 ) semakin besar ketimpang antara tingkat hidup orang kaya dan miskin maka semakin besar jumlah penduduk yang selalu miskin. Sehingga Bank Dunia ( world bank ) membagi aspek tersebut dalam tiga bagian antara lain :
1. Jika 40 % jumlah penduduk berpendapat rendah menerima kurang dari 12 % pendapatan nasionalnya maka pembagian pembangunan sangat timpang.
2. Apabila 40 % lapisan penduduk berpendapatan rendah menikmati antara 12 – 17 % pendapatan nasional dianggap sedang.
3. Jika 40 % dari penduduk berpendapatan menengah menikmati lebih dari 17 % pendapatan nasional maka dianggap rendah.

Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
•          penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
•          penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
•          penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
•          penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
•          penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahteraatau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.

Menghilangkan kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
•          Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
•          Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
•          Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.

KESIMPULAN :
Mengenai keterbelangan khususnya dalam bidan ilmu pengetahuan dan tehnologi masyarakat indonesia belum seberapa kalau dibandingkan dengan negara-negara lain, misalnya Jepang, Cina, Korea, dll. Penduduk indonesia terutama didaerah pelosok/pedesaan masih minim tentang ilmu pengetahuan maupun tehnologi, dalam hal ini “Haruskah Kita diam dengan kenyataan tersebut ???” menurut saya pemerintah harus berupaya meningkatkan pendidikan diberbagai daerah karena pendidikan merupakan salah satu pendorong untuk mengurangi kemiskinan, jikalau anak-anak bangsa indonesia maju akan pendidikan berarti dapat mengimbangi negara lain, kita tidak perlu lagi memerluka tenaga kerja yang propesional dari negara yang lain, tetapi kita dapat memamfaatkan pemuda-pemudi indonesia yang memiliki skill dan pengetahuan.

Sumber:
https://ibnusiroj.wordpress.com/2013/11/26/kemiskinan-dan-keterbelakangan/
https://ekofitriyanto.wordpress.com/2011/11/15/kemiskinan-dan-keterbelakangan/

http://abdulazizfitriono.blogspot.co.id/2013/01/kemiskinan-dan-keterbelakangan.html

IPTEK dan Lingkungan

Definisi Iptek Lingkungan
Iptek Lingkungan ialah teknologi yang berkaitan dengan pemanfaatan dalam kaitannya dengan manjemen lingkungan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersusun sistematis dengan metode tertentu untuk menjelaskan gejala-gejala tertentu pada bidang iptek terhadap linkungan tanpa merusak keseimbangan lingkungan . Upaya pelestarian lingkungan tidak hanya diperlukan saat pembukaan lahan dan penata gunaan tanah. Juga selama kegiatan pembudidayaan sampai ke pengolahan hasil. Pelestarian lingkungan pada semua tahapan produksi perlu menjadi tekad masyarakat, terlebih dalam menghadapi semakin nyaringnya tuntutan pada “produksi hijau”. Selain itu, tekad masyarakat melestarikan lingkungan dapat menjadi perisai terhadap kecaman tentang kerusakan lingkungan perkebunan.
Iptek Lingkungan meliputi:
1.       Pengolahan Sampah.
2.       Pengolahan Limbah.
3.       Konservasi Lingkungan.
4.       Badan Pertanian Teknologi bibit & benih, Rekayasa Genetika.
•          Pengolahan sampah
Tumpukan sampah yang setiap hari bertambah satu hingga 1,5 ton, mulai teratasi menyusul beroperasinya pengelolaan sampah terpadu terutama Jakarta, pengelolaan sampah terpadu mampu mengurangi limbah rumah tangga hingga 60-65 persen, sedangkan 35-40 persen sisanya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Pengelolaannya harus melibatkan semua warga, oleh karena itu, rumah tangga harus melakukan pemilahan sampah menjadi tiga bagian, yaitu sampah organik (basah) (sisa makanan, sayur), kering (kertas, dus, botol), dan limbah berbahaya seperti aki dan baterai bekas, sprayer
insektisida, serta pembalut wanita.
•          Pengolahan Limbah
Limbah ialah hasil buangan suatu pembakaran atau sisa hasil poduksi yang mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak keseimbangan lingkungan. Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satupenyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti industri pulpen dan kertas, teknologi pengolahanlimbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidakdemikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingatpenting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan,penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasarteknologi pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarianlingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestikmaupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara olehmasyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuaidengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan, agar Lingkungan terjaga dan terlestarikan.
•          Konservasi Lingkungan
Mendukung dan ikut serta dalam program konservasi lingkungan dan bekerjasama akan menghasilkan suatu pembangunan yang ramah lingkungan serta memperhatikan pada pembangunan ekonomi yang bersifat berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Karena terpeliharanya kelestarian lingkungan, termasuk dengan menjaga kelangsungan hidup spesies laut dan terumbu karang merupakan hal yang memberikan manfaat dan keuntungan bersama dan berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang sehingga dinikmati oleh generasi yang akan datang.

•          Badan Pertanian Teknologi Bibit & Benih, Rekayasa Genetika
Upaya peningkatan produktivitas dan mutu produk yang sesuai dengan dinamika lingkungan diharapkan dapat dilakukan melalui penelitian bioteknologi. Manipulasi potensi genetik melalui penelitian biologi molekuler, mikrobiologi, bioproses, kultur jaringan dan rekayasa genetika harus dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan maka harus dilakukan bioteknologi.

Maka teknik rekayasa genetika mulai menggelisahkan. Banyak kalangan khawatir bahwa dampak revolusi hijau tahun 1960-an akan terulang kembali. Penggunaan teknologi dan paksaan pasar yang dilakukan dalam revolusi hijau memang menghasilkan produksi pangan dalam jumlah besar. Namun terbukti upaya tersebut mengganggu keseimbangan ekologi, menciptakan wabah baru, dan sejumlah dampak kesehatan bagi manusia.
Hal sama dikhawatirkan terjadi mengikuti inisitiaf rekayasa genetik yang saat ini getol dilakukan pada tanaman. Segelintir perusahaan bioteknologi meyakinkan bahwa seluruh benih transgenik yang dipasarkan sudah melalui berbagai tahap percobaan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak lingkungan dan kesehatan yang akan muncul.
Namun keyakinan serupa ternyata tidak dimiliki oleh para aktivis lingkungan dan mereka yang concern terhadap masalah lingkungan. Pesimisme ini muncul setelah tidak ada penjelasan transparan tentang resiko yang menyertai pelepasan benih transgenik ini ke alam bebas.
Di Amerika Serikat, organisasi lingkungan Greenpeace bahkan mengajukan petisi ke Environmental Protection Agency (EPA) agar membatalkan semua perijinan tanaman hasil rekayasa genetik.
Sementara di Indonesia, sejumlah LSM lingkungan mendesak pemerintah bersikap transparan kepada masyarakat soal tanaman transgenik. Terlebih Departemen Pertanian kini aktif menguji sejumlah benih transgenik termasuk kedelai, jagung dan kapas. Khusus untuk yang terakhir bahkan telah dilakukan pelepasan di Sulawesi Selatan pada 7 Februari 2001. Dan sampai saat ini terus memancing perdebatan yang tidak ada hentinya.

Karena Pembangunan yang tidak menjaga keseimbangan lingkungan terjadi dan meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini. Alasan tersebut diperparah dengan kurangnya perhatian masyarakat dan ketidakkonsistenannya pemerintah dalam menata permasalahan lingkungan. Akibat ketidakacuhan tersebut baru dapat dirasakan akhir-akhir ini, ketika banyak peristiwa banjir bandang yang melanda berbagai daerah di negara kita.

Setidaknya wawasan mengenai lingkungan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) akan mengarah pada pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Peran IPTEK dalam Lingkungan
IPTEK memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Perubahan penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan lahan pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan air di hulu, telah menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan dan infrastruktur akibat bencana yang ditimbulkannya. Kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air, menyebabkan kelangkaan air bersih di berbagai negara, selain bencana banjir ketika musim penghujan
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup (termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya) yang mempengaruhi peri-kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Oleh karena itu kelestarian dan keseimbangan alam perlu dipertahankan agar senantiasa memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia ke taraf hidup yang lebih baik.
Namun yang terjadi kini malah sebaliknya, Dominasi manusia terhadap lingkungan seringkali berdampak buruk. Pembangunan dan penguasaan iptek dalam mengeksplorasi alam untuk peningkatan ekonomi seringkali melampaui batas dan sering kali mengabaikan kondisi lingkungan itu sendiri. Padahal kemampuan sumber daya dan kemampuan alam untuk mengeliminasi Zat pencemar adalah terbatas. Apalagi saat ini, krisis yang melanda negeri ini menyebabkan kehidupan lebih memburuk.
Belum optimalnya peran iptek dalam mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup. Kemajuan iptek berakibat pula pada munculnya permasalahan lingkungan. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum berkembangnya sistem manajemen dan teknologi pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sistem tersebut akan mendorong pengembangan dan pemanfaatan iptek yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan dan mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus senantiasa mempertimbangkan usur lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungtan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini.


Dampak IPTEK Terhadap Lingkungan dan SDA
Dari definisi yang panjang tersebut, terdapat tiga dampak IPEK terhadap lingkungan hidup dan sumber daya alam yaitu; dampak secara kimiawi, fisik dan biologis. Resiko kimiawi akibat IPTEK adalah: senyawa-senyawa kimia berbahaya yang terdapat di air, tanah, udara dan makanan. Resiko fisik akibat IPTEk adalah kebakaran, gempa bumi, letusan gunung berapi, kebisingan, radiasi, sedimentasi. Resiko biologis akibat IPTEk adalah pathogen (bakteri, virus, parasit), dan bahan kimia yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan tubuh.

Sumber:

http://iptekdanlingkunganhidup.blogspot.co.id